Fhoto: Ilustrasi google
Di kutip dari Lombok Timur Dalam Berita (LTDB). Peristiwa naas menimpa Saiful (40) salah seorang warga RT.01 Desa Pohgading yang juga adalah anggota Panwas Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, jumat 25/04/2014 sekitar pukul 03 dinihari.
Saat kami konfirmasi, Saiful membenarkan telah mengalami perampokan, "kawanan perampok masuk melalui jendela yang kebetulan tidak di pasangi terali, dua dari tiga orang yang masuk rumah, kemudian menodongkan parang di leher saya lantas mengumpulkan kami bertiga, ibu dan keponakan perempuan saya di ruang tamu dan mengancam tidak akan segan membunuh ibu dan keponakan saya itu jika saya berteriak atau melawan. Akhirnya saya tidak bisa berbuat apa-apa" tandasnya.
Saiful juga menyebutkan bahwa, kawanan perampok tersebut berjumlah 6 orang, 2 orang berjaga di halaman, satu orang bertugas memantau situasi di jalan, 1 orang bertugas menggeledah seisi rumah, sementara 2 orang selainnya tetap menodongkan parang di lehernya sekitar 45 menit lamanya, hingga akhirnya perampok berhasil membawa kabur 1 unit laptop beserta modem lengkap dengan perangkat audionya, 1buah phonsel serta 2 buah dompet yang berisikan sejumlah uang, Saat ditanya besaran uang didalam dompet tersebut, Saiful enggan menyebutkan.
Kesokan harinya, di hari yang sama Saiful langsung melaporkan peristiwa naas tersebut ke Polsek Pringgabaya, sementara itu Pemerintah Desa Pohgading hingga hari ini (H+2) pasca kejadian belum menunjukkan reaksi apapun menanggapi kejadian tersebut.
Sebelumnya juga di kabarkan bahwa di Desa Pohgading, akhir-akhir ini marak terjadi hal serupa termasuk dengan maraknya aksi curanmor.
Saiful berharap, Pemerintah Desa segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi kemungkinan terulangnya kejadian tersebut. "Masyarakat sudah sangat resah dengan kondisi keamanan saat ini, jadi di butuhkan langkah pasti Pemerintah Desa dan aparat terkait untuk kembali mengintensifkan jadwal siskamling" tandasnya dengan nada kecewa.
Editor: fathir/ltdb

Tidak ada komentar:
Posting Komentar